Dinamika hati.
Jika boleh bercerita puan, malam ini aku ingin menuliskan tentang seseorang. Dia adalah perempuan yang paling menjengkelkan di dunia, tapi dia adalah duniaku. kami sering mempeributkan hal sepele, termasuk tentang laki-laki terkeren versinya adalah bukan aku. Mau bagaimana lagi dia bebas beropini, tapi bagiku dia adalah perempuan terhebat kedua setelah ibuku. Selain itu dia punya kebiasaan yang aneh dia kerap kali tersandung ketika berjalan, cukup aneh bukan. terkadang aku tertawa melihat tingkah lakunya. aku bahagia ketika berada didekatnya, bahkan pernah suatu malam kami begitu dekat, membahas tentang berbahagai hal. Menurutku itu hal yang romantis bahkan bisa malam saja cemburu melihat kemesraan kami kala itu.
Aku berterima kasih kepada semesta yang telah mempertemukan kami berdua. Tidak perlu mendeskripsikan apa yang kurasakan, aku hanya tahu rasa itu indah meskipun tak bernama. Menjadi penuntut keharuan, dengan kepiluan hanya karenanya aku mampu melepas waktu. Tahukah engkau wahai perempuan yang menjadi alasan disetiap rinduku, bahwa rasaku ini amat mendalam, sekalipun ia hancur, irisan hatiku masih tetap terlukis namamu. tapi sementara waktu dia memilih untuk pergi sejenak, entah karena apa aku hanya bisa menerima keputusan itu. Seandainya saja sang malam dapat berbicara, aku ingin tahu mengapa perempuan itu dan aku harus terpisah tatkala memiliki rasa yang sama.
Dan ku biarkan saja kesedihan ini menguap ke udara lalu menjadi hujan yang akan turun kerumahnya. Aku selalu berharap agar perempuan itu bergegas pulang sebab aku tak sabar ingin memeluknya dan memberikan rasa damai dihatinya.
Comments
Post a Comment